Trending

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bakal Hiasi Langit Indonesia Selama 5 Jam 41 Menit

 

Jakarta, bumimelayumedia.com - Fenomena gerhana bulan total atau blood moon akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3/3/2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), durasi keseluruhan gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase purnama, sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

“Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).

Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berikut waktu-waktu penting yang perlu dicatat masyarakat:

  • Gerhana penumbra mulai:
    15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT

  • Gerhana sebagian mulai:
    16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT

  • Gerhana total mulai:
    18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT

  • Puncak gerhana:
    18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT

  • Gerhana total berakhir:
    19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT

  • Gerhana sebagian berakhir:
    20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT

  • Gerhana penumbra berakhir:
    21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT

Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyebut puncak gerhana menjadi momen terbaik untuk menyaksikan perubahan warna Bulan.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi. Masyarakat diimbau mencari lokasi minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang terbuka,” jelasnya.

Bisa Dilihat dari Indonesia dan Sejumlah Kawasan Dunia

Fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung. Selain itu, gerhana juga dapat disaksikan di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, serta sebagian wilayah Amerika dan Pasifik.

Di Indonesia, fase total mulai terlihat ketika Bulan terbit pada sore hingga malam hari, tergantung lokasi masing-masing.

Mengapa Bulan Tampak Merah?

Warna merah saat puncak gerhana terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar oleh atmosfer, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan.

Akibatnya, Bulan tampak berwarna kemerahan, sehingga fenomena ini kerap disebut sebagai blood moon.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan momen langka ini dan memastikan lokasi pengamatan memiliki langit yang cerah serta bebas dari gangguan cahaya buatan.

Lebih baru Lebih lama